Latest Post

Progres Pembangunan Ponpes Mabadii Desa Cikawung (2)

Berikut adalah foto terakhir progres pembangunan Ponpes Mabadii Desa Cikawung RT 05 RW 02, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gambar ini diambil pada hari Sabtu, 10 Januari 2015.
Rincian penerimaan dan pengeluaran dapat dilihat di link ini http://tpabaitulmunir.blogspot.com/2014/04/daftar-penyumbang-rehab-pondok.html
Rencananya, bangunan ini akan digunakan untuk ngaji anak-anak TPQ Baitul Munir, para remaja dan orang tua.
Saat ini, jumlah santri TPQ Baitul Munir adalah 77 santri yang terbagi menjadi 4 kelas.
Kelas A sebanyak 31 anak, kelas B 18 anak, kelas C 17 anak dan kelas D sebanyak 11 anak. Sedangkan nama-nama ustadz/ah dapat dilihat di link ini http://tpabaitulmunir.blogspot.com/2013/03/profil-tpa-baitul-munir-desa-cikawung.html




 

Progres Pembangunan Ponpes Mabadii Desa Cikawung

Berikut adalah gambar pembangunan Ponpes Mabadii Desa Cikawung RT 05 RW 02 Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gambar ini adalah kondisi terakhir pada 23 November 2014.
Proses pembangunan akan dihentikan pada 7 Desember 2014 karena dana yang ada hanya sampai tgl tersebut.
Oleh karena itu kami berharap ada donatur yg akan membantu memberikan bantuan agar pembangunan pondok pesantren ini bisa dilanjutkan.
Bila ada donatur yg akan menyalurkan bantuan, silakan hubungi panitia di link ini http://tpabaitulmunir.blogspot.com/2014/04/susunan-panitia-rehab-pondok-pesantren.html atau call/sms ke 081334706395 (abu tholib) atau via email ke wongcikawung@gmail.com (paypal).
(Baitul Munir adalah nama masjid di Ponpes Mabadii)

Saldo kas Panitia Pembangunan silakan klik di sini http://tpabaitulmunir.blogspot.com/2014/04/daftar-penyumbang-rehab-pondok.html

(gambar atas adalah tampak depan)

 (gambar ruangan dalam) 

 (gambar ruangan dalam depan)

 

Catatan ‘Dosa Harian’ Mujahid Muda Suriah

Subhanallah. sungguh, di antara hamba-hamba Allah, ada banyak manusia yang tidak kita kenal, tetapi mereka begitu dikenal oleh Allah dan penduduk langit. salah satunya adalah mujahid muda Suriah yang memiliki komitent yang sangat tinggi dalam mendekatkan diri kepada Allah, selalu bermuhasabah setiap hari, agar hari-hari esok semakin dekat kepada Allah, dan juga dekat dengan surga-Nya. Allah pun mengijabah doanya, dan memperkenankannya sebagai salah satu hamba-Nya yang syahid -insyaAllah. 
 
Kamis (6/2/2014), sebuah catatan harian seorang mujahid muda di Suriah yang baru saja gugur syahid tersebar di dunia maya. catatan ini menjadi perbincangan hangat, dan tak henti-hentinya membuat banyak orang berdecak kagum; betapa pemuda yang juga mujahid ini begitu tinggi tingkat muhasabahnya, dan catatan itu terangkum dalam buku hariannya.

Berjihad, memang amalan yang luar biasa, dan berpahala besar. tapi letak kehebatannya bukan dalam jihadnya itu sendiri; bukan karena amalan Jihadnya yang luar biasa; memimpin operasi Mujahidin, membunuh banyak musuh, dan lain sebagainya. Bukan, bukan.

Bukan lantaran amalan-amalan keseharian di samping amal Jihadnya, seperti tak pernah bolos shslat sunnah, atau puasa setiap hari, dan amalan lain. Bukan, bukan.

Namun sang Mujahid muda tersebut, mengisi buku diary-nya di medan jihad dengan daftar dosa dan kesalahan yang selalu ia kerjakan setiap harinya.
Alkisah, terjadi baku tembak sengit antara Mujahidin Suriah dengan Tentara Nushairiyyah yang menghantarkan beberapa Mujahid gugur syahid.

Usai pertempuran dan kemenangan berada di pihak Mujahidin, mereka mulai menyisir lokasi guna mencari jasad saudara-saudaranya yang gugur. Dan ditemukanlah jasad seorang Mujahid muda yang baru berumur 16 tahun.

Mujahidin temukan dan saksikan tanda-tanda kesyahidan pada sang bocah Mujahid tadi. Rasa takjub mereka tak berhenti sampai disitu. Mereka temukan sebuah buku catatan kecil di saku syuhada’ cilik tadi.
Apakah isinya? Isinya adalah daftar dosa dan kesalahan yang dilakukan sang Mujahid muda tadi selama satu pekan terakhir di bumi Jihad.

Senin : Aku tidur tanpa mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Selasa : Aku tertawa terbahak-bahak dengan suara yang sangat keras.

Rabu : Aku menyelesaikan Qiyamul Lail (Sholat Malam) dengan terburu-buru.

Kamis : Tatkala aku sedang beristirahat, dan bermain bola dengan teman-teman lain, aku mencetak angka, memasukkan bola ke gawang lawan. Dan saat itu menyelusup di batinku rasa bangga/ ujub.

Jum’at : Aku hanya bersholawat 700 kali, padahal seharusnya 1000 kali.

Sabtu : Salah satu komandan Mujahidin mendahuluiku ketika memberikan salam.

Ahad : Aku lupa berdzikir pagi.
Dan hal yang mengejutkan adalah, ia lakukan hal-hal yang ia anggap sebagai “dosa” dan “kesalahan” itu tatkala ia sedang beramal Jihad, beramal Ribath, berjaga-jaga di front pertempuran terdepan melawan musuh-musuh Islam.

Lantas, bagaimanakah kita ketika menghitung-hitung setiap kesalahan dan berintrospeksi diri atasnya?

Sungguh kita perlu belajar dari Sang Mujahid muda ini. Meski ia telah memiliki gelar sebagai seorang “Mujahid” dan bahkan “Syuhada”, InsyaAllah. Dirinya tetap diselimuti rasa rendah hati, dan tak berpuas diri dengan hanya amal jihadnya saja.

Meski di masa mudanya telah menjadi seorang Mujahid, ia tetap tak merasa pongah dan ogah untuk bermuhasabah diri. Ia selalu mengingat-ingat dan menangisi kesalahan-kesalahan yang sebetulnya tidaklah layak dikategorikan sebagai sebuah dosa.

Sungguh, ini tamparan keras bagi kita, agar kita senantiasa bermuhasabah setiap waktu, untuk menuliskan dosa-dosa kita setiap harinya, kemudian kita iringi dengan istighfar, dan amal shalih.
 

Dahsyatnya Wudlu

Rasulullah Saw bersabda, "Apabila seorang hamba muslim atau mukmin wudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluar dari wajahnya semua dosa yang terlihat oleh pandangan matanya bersama tetesan air, atau bersama tetesan air yang terakhir. Apabila ia membasuh kedua tanganny,a maka keluar dari kedua tangannya semua dosa yang dikerjakan oleh kedua tangannya bersama tetesan air, atau bersama tetesan air yang terakhir hingga ke luar bersih dari dosa-dosanya.
Dan apabila dia membasuh kedua kakinya maka keluarlah semua dosa yang dikerjakan oleh kedua kakinya bersama siraman air atau bersama tetesan terakhir hingga keluar bersih dari dosa-dosa." (HR. Muslim)

Yuk .. kita senantiasa menjaga Wudhlu kita !

FAKTA MENAKJUBKAN TENTANG WUDLU

Saudaraku fillaah ...
Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.

Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah
dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan MEREKOMENDASIKAN agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan. Subhaanallooh .....

Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold
MEMELUK agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

"Kami akan memperlihatkan AYAT-AYAT (TANDA-TANDA) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga JELASlah bagi mereka
Al-Quran adalah BENAR." (QS Fushilat:53)

Semoga kita termasuk orang yang memelihara wudlu.
 

Gambar Progres Rehab Pondok Pesantren Mabadii

 Gambar di atas saat awal bikin pondasi dan tembok di sebelah timur

 Foto atas dan bawah : beberapa minggu kemudian bangunan mulai kokoh berdiri


Empat gambar di bawah adalah proses pengecoran





Terima kasih kepada para donatur yang sudah menyisihkan rezekinya untuk pembangunan kembali Ponpes Mabadii Desa Cikawung Rabak RT 05 RW 02 Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Semoga Alloh SWT mencatat donasi para donatur sebagai amal jariah yang pahalnya tidak pernah putus hingga hari akhir nanti....amien...

 

Rekaman Perbuatan Manusia ada di Tulang Ekor

Sebagian besar manusia menganggap tulang ekor yang terletak di bagian bawah ruas tulang belakang sebagai organ sisa yang tidak memiliki fungsi berarti. Anggapan ini juga dikuatkan oleh seorang ahli anatomi berkebangsaan Jerman, R Wiedersheim. Pada tahun 1895, ia membuat daftar 100 struktur anatomi tubuh yang dianggap tidak memiliki fungsi tersebut. Salah satunya adalah tulang ekor. Namun, seiring kemajuan teknologi, fungsi organ tersebut kian terkuak. Tulang ekor menyangga tulang-tulang di sekitar panggul dan merupakan titik pertemuan dari beberapa otot kecil. Tanpa tulang ini, manusia tidak akan bisa duduk nyaman.

Sisi ajaib tulang ekor ini pun telah ditemukan. Adalah Han Spemann, ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang Kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya, ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio-embrio lain.
Hasilnya, tulang ekor ini tumbuh sebagai janin kedua di dalam janin tuan rumah. Untuk itulah Han menyebutnya dengan “The Primary Organizer” atau pengorganisir pertama.

Saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.
Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus. Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsur dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk. Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat. Mesoderm, membentuk otot halus sistem digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar. Sedangkan endoderm, membentuk lapisan pada sistem digestive, sistem pernafasan, organ-organ yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pankreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran.
Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai tulang ekor.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio.
Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.
Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama sepuluh menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis.
Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh.
Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu, dan ini yang terpenting, ‘ajbu dz-dzanab, atau tulang ekor –sari rikadatu atau relix dalam bahasa Hindu dan Budha- berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Tulang ekor tersebut merekam semua perbuatan baik-buruk mereka.

Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energi positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energi negatif atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya. Dalam tradisi hindu dan budha, mayat orang yang mati dari mereka akan dibakar, dan di antara yang dicari setelah mayat menjadi abu adalah tulang ekornya. Mereka ingin melihat apa warna tulang ekornya; putih atau hitam. Pak Jamil pun menjelaskan bahwa sekira tahun 2004 ada pameran tulang ekornya Shidarta Gawtama. Tulang ekornya Shidarta Gawtama putih bening bersih, ini karena energy positif yang dilakukan oleh Shidarta Gawtama banyak. Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar.
Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka.
Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955):
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda:

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadits tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”. Hal ini membuktikan kebenaran sabda Rasulullah Saw, “Dari tulang ekorlah kalian akan dibangkitkan.”
 

Foto Acara Wisuda

Pada hari Ahad, 23 Maret 2014 yang lalu, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Baitul Munir Desa Cikawung Rabak mengikuti acara Wisuda Santri yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi (Badko) Kecamatan Ajibarang.

Keikutsertaan TPQ Baitul Munir dalam wisuda kali ini berdasarkan undangan yang disampaikan oleh Badko Kec. Ajibarang beberapa bulan sebelumnya. Sebagai TPQ yang masih baru dan belum berpengalaman dalam me-wisuda santrinya, TPQ Baitul Munir menerima tawaran untuk mengikutsertkan santrinya dalam wisuda.

Jumlah santri yang memenuhi syarat ikut wisuda sebanyak 20 santri. Sebanyak 19 santri mengikuti wisuda Iqra dan satu santri ikut wisuda Khatam Al Quran. 


Foto-foto ini adalah prosesi wisuda santri TPQ Baitul Munir.


Dari kiri ke kanan : Bapak Camat Ajibarang, Bapak Penyuluh Agama Kec. Ajibarang dan Ketua TPQ Baitul Munir (Baju Batik)


Foto paling kanan adalah ananda Prisa Refi Tiana Binti Sukirno dari TPQ Baitul Munir yang menjadi Juara III Wisuda Iqro Terbaik


Para santri saat akan memasuki prosesi wisuda oleg Bapak Camat Ajibarang
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TPA Baitul Munir - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger